JAYAPURA, BumiPapua– Olahan sagu khas Papua sukses mencuri perhatian dan menjadi primadona pada ajang kejuaraan daerah Kopi Tarung Ti3a yang berlangsung di BM Coffee, Kotaraja, Kota Jayapura,Minggu 25 Oktober 2026.
Di tengah aroma pekat seduhan kopi modern, kehangatan kudapan sagu buatan Mama Oce Felle hadir melengkapi antusiasme para pengunjung dan puluhan barista muda Papua.
Komunitas Colo Sagu sengaja menghadirkan sagu Papua buatan Mama Oce Felle di tengah berkumpulnya anak muda di Papua.
“Sagu buatan Mama enak, legit dan tak membosankan. Ini original, kuliner khas Papua yang jarang dihadirkan di kedai-kedai kopi. Kehadiran Mama Oce hari ini di tengah milenial menjadi nilai baru dan ternyata sagu jodohnya adalah kopi,” kata Pet, peracik kopi di Jayapura sambil tersenyum.
Pet berterima kasih kepada Komunitas Colo Sagu yang memberikan ruang pangan lokal di tengah anak muda. “Kehadiran sagu ini menjadikan anak muda tak boleh lupa dan meninggalkan kuliner khas. Menyantap sagu sama dengan menghargai budaya Papua,” ujar Pet.

Mama Oce pun mengaku terharu dan bangga melihat makanan pokok lokal Papua mendapatkan panggung kehormatan dalam kegiatan kepemudaan yang bergengsi ini.
“Saya merasa bangga karena sagu bisa hadir di tengah anak muda dan ternyata sagi yang są (saya) bakar, cepat habis dan mereka (anak muda) senang. Antri juga mereka (pengunjung) menunggu sagu,” jelasnya.
Mama Oce mengingatkan, sagu bukan hanya makanan,tetapi juga bagian dari identitas dan budaya masyarakat Papua yang harus terus dijaga dan diperkenalkan kepada generasi muda.
Kompetisi menyeduh Kopi Papua dalam ajang Tarung Ti3a diikuti oleh para peracik kopi dari Jayapura, Sorong, Timika dan Manokwari. Ajang bergengsi ini akan mempertemukan para barista di Jakarta Coffee Week. “Juara 1 pada kompetisi ini akan mewakili Papua di ajang Jakarta Coffee Week di Jakarta Desember mendatang,” kata Panitia Tarung Ti3a, Faisal Kim. *** (Cunding Levi)



