MAKASSAR, BumiPapua– Pemerintah Provinsi Papua bersama tiga Daerah Otonom Baru (DOB) kian solid memperkuat sinergi inter-lembaga guna menjaga kestabilan harga dan pasokan pangan. Bergandengan tangan dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan BMKG, langkah strategis ini tidak hanya menyasar antisipasi risiko iklim, tetapi juga mengedukasi masyarakat, pelajar, hingga mahasiswa untuk menerapkan pola “belanja bijak”.
Sinergi berkelanjutan ini membuahkan hasil manis. Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Papua dan TPID Kota Jayapura sukses menyabet penghargaan sebagai TPID Berkinerja Terbaik 2026 di wilayah Nusampua (Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua).
Dalam Rangkaian Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GPIPS) 2026, Rapat Koordinasi TPIP/TPID se-Sulampua melahirkan kesepakatan monumental bertajuk “Panca Reso Sipatokkong Pangan Sulampua”. Lima komitmen bersama ini mencakup:
-
Penguatan Hulu Produksi: Penyesuaian sektor pertanian berbasis adaptasi iklim.
-
Hilirisasi Produk: Meningkatkan nilai tambah dan memperpanjang umur simpan bahan pangan.
-
Perluasan Akses Pembiayaan: Didegikasikan bagi para petani dan nelayan lokal.
-
Penguatan Data & Operasi Pasar: Berbasis Early Warning System serta pemantauan Neraca Pangan.
-
Konektivitas Antarpulau: Memperlancar arus distribusi logistik.
Komitmen ini menjadi pondasi kuat bagi TPID se-Papua dalam memperluas Kerjasama Antar Daerah (KAD) serta Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP), khususnya dalam mengamankan ketersediaan pasokan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Papua, Warsono, menyampaikan mengapresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua, pemerintah daerah di wilayah DOB, Perum BULOG, serta seluruh mitra strategis.
“Melalui semangat Sinergi Merah Putih, Bank Indonesia Papua bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen menjaga kestabilan harga, memperkuat ketahanan pangan, dan melindungi daya beli masyarakat hingga ke pelosok Papua demi mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” tegas Warsono.*** (Rilis)



